Profil & Biodata Soeharto

profil & biodata soeharto

Dikenal sebagai bapak pembangunan dan juga Presiden ke 2 Republik Indonesia yaitu adalah Jendral Besar TNI H.M. Soeharto. Mungkin dari kalian baru mengetahui sedikit informasi dan seluk beluk Presiden Soeharto, kali ini kita akan mengupas lebih jauh dan fakta-fakta tentang beliau pada zaman Orde Baru hingga wafat, yuk kita sima Profil dan Biodata Presiden Soeharto.

Biodata Soeharto

Nama LengkapSoeharto
Tempat / Tgl LahirYogyakarta / 8 Juni 1921
Wafat27 Januari 2008
PasanganRaden Ayu Siti Hartinah (Ibu Tien
AnakSiti Hardiyanti Hastuti
Sigit Harjojudanto
Bambang Trihatmodjo
Siti Hediati
Harijadi
Hutomo Mandala Putra
Siti Hutami Endang Adiningsih
Orang tuaKertosudiro (Ayah Kandung), Sukirah (Ibu)
ProfesiTentara Angkatan Darat, Presiden

Profil Soeharto

Menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia selama 32 tahun bukan lah waktu yang sebentar, memang kepimimpinan Presiden Soeharto dipenuhi banyak kontroversi dan konspirasi. Secara resmi menjabat sebagai Presiden ke 2 menggantikan sang plokamator Bung Karno per tanggal 26 Maret 1968, beliau diangkat menjadi presiden berkat keberhasilanya menumpas pembrontakan organisasi terlarang PKI yang dikenal sebagai Gerakan 30 S PKI

Kepemimpinan tangan besi Presiden Soeharto patut kita teladani hal itu dia dapatkan sejak mendaftarkan diri di sekolah militer, menyelasaikan pendidikan sebagai lulusan terbaik membuat Soeharto muda memiliki karier militer yang cemerlang. Tercatat beberapa kali Soeharto terpilih menjadi pemimpin pasukan baik dimasa penajajahan koloni Belanda maupun Jepang, kepahlawanan Soeharto dalam ikut membantu kemerdekaan RI dan menghadapi agresi Belanda menjadikanya jendral yang sangat disegani beberapa keikutsertaan Soeharto antara lain menjadi Panglima Komando Pembebasan Irian Barat.

Orde Baru yang dikuasai oleh Presiden Soeharto harus tumbang setelah 32 tahun akibat demo besar-besaran oleh mahasiswa yang menuntut adanya reformasi, memang tidak bisa kita pungkiri kepemimpinan Soharto pada rezim Orde Baru terdapat catatan hitam seperti Korupsi, Nepotisme, dan Pelanggaran HAM. Kemunduran Presiden Soeharto ditandai sejak kematian sang Istri Ibu Tien pada tahun 1996, dan puncaknya harus turun dari jabatan presiden di tahun 1998 hingga akhirnya sang presiden jatuh sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya pada 27 Januari 2008 di usia 86 tahun.

Uraian di atas secara singkat menggambarkan perjalanan hidup sang Presiden, penasaran kan dengan kisah hidup Pak Harto yuk kita simak lebih mendalam terkait perjalanan hidup, karir militer, kepemimpinan Orde Baru, hingga pasca beliau menjabat sebagai presiden. 

Perjalanan Hidup 

Terlahir dari pasangan Sukirah dan Kertosudiro membuat Soeharto memiliki masa kecil yang berbeda dengan teman-teman seumuranya, Soeharto merupakan salah satu anak yang terdidik dan cukup lama mengenyam bangku sekolah. Dimulai saat beliau berusia 8 tahun sang ayah menyekolahkanya di SD Puluhan Godean, dan berpindah ke SD Pedes, dan terakhir di Sekolah Rendah Wuryantoro di Wonogiri. Selama bersekolah di Wonogiri Soeharto muda tinggal bersama paman dan bibinya yang merupakan mantri tani, tak hanya pendidikan formal Soeharto juga diajarkan kemampuan bertani dan bercocok tanam dari sang paman. Soeharto juga tergabung dalam organisasi Hizbul Wathan yang merupakan organisasi muhammadiyah disana Soeharto muda banyak mempelajari kisah-kisah perjuangan para pahlawan terdahulu.

Menginjak usia 14 tahun Soeharto memutuskan untuk kembali ke kampung halamanya di Yogyakarta dan melanjutkan pendidikanya di SMP Muhammadiyah di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan pendidikanya di SMP Soeharto bekerja di Bank Desa sebagai pembantu klerek hingga akhirnya pada tahun 1940 dia diterima di sekolah militer di daerah Gombong, Jawa Tengah. Pendidikan militer yang dia tempuh selama 6 bulan menjadikan Seoharto berpangkat Kopral dan tercatat sebagai lulusan terbaik, tak butuh waktu lama ketika KNIL (Koninklijk Nederlands Indisce Leger) membuka lowongan penerimaan anggota baru dan Soeharto diterima menjadi tentara KNIL. Soeharto hanya menjalankan tugasnya selama 7 hari karena pada tahun 1942 Koloni Belanda menyerah dari Jepang.

Keluarga

Keluarga Soeharto dikenal dengan Keluarga Cendana nama keluarga ini diambil dari nama jalan tempat mereka tinggal yaitu Jalan Cendana no 8. Kisah keluarga cendana ini dimulai dari pernikahan antara Soeharto dengan Siti Hartinah pada 26 Desember 1947 di Surakarta. Pernikahan mereka dikaruniai 6 orang anak dimana anak tertua adalah Siti Hardiyanti Astuti (Mbak Tutut), Sigit Harjojudanto, Bambang Triatmojo, Siti Hediati Harijadi (Mbak Titik), Hutomo Mandala Putra (Tomi Suharto), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek). Usia Soeharto saat menikahi Ibu Tien adalah 26 tahun, sedangkan Ibu Tien 24 Tahun.

Beberapa anak Pak Harto yang mengikuti jejak beliau sebagai politisi adalah Bambang Triatmojo dan Titiek Soeharto yang sempat menduduki beberapa posisi di kementrian semasa sang ayah masih menjadi presiden, sedangkan beberapa anak lainya memilih jalan sebagai pengusaha mengingat keluarga ini sangat kaya raya dan memiliki banyak perusahaan salah satu stasiun televisi yang dimiliki keluarga cendana adalah TPI yang sekarang berganti menjadi MNC. Perjalanan cinta Pak Harto dan Bu Tien harus berakhir dimana Ibu Tien wafat terlebih dahulu pada tahun 1996 dan Pak Harto menyusul Ibu Tien pada tahun 2008. 

Karir Militer

Karir militer Soeharto dimulai sejak dia bergabung dengan KNIL pada tahun 1942. Setelah Belanda menyerah dari Jepang malah membuat karir militer Soeharto semakin menanjak, dia ditugaskan menjadi komandan pleton yang dinaungi oleh Jepang yaitu PETA (Tentara Suka Rela Pembela Tanah Air) dan memiliki pangkat mayor, sampai akhirnya beliau memimpin komandan batalyon dengan pangkat letnan kolonel.

Setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia ke 2 dan Indonesia berhasil merebut kemerdekaan Soeharto tergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan semenjak 5 Oktober 1947 berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Soeharto mendapatkan tugas membrentas perlawanan Andi Aziz di Sulawesi dengan mempin Brigade Garuda Mataram dan kemudian ditunjuk sebagai komandan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat). Dalam Biografi Soeharto beberapa kali beliau ikut turun dalam pertempuran besar yang pertama adalaha Pertempuran Banyu Biru di Ambarawa, dan Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta bersama Pangliman Jendreal Soedirman.

Perjalanan karir militer Soeharto harus tercoreng dimana beliau terbukti bersalah telah menggunakan kekuasaanya untuk kepentingan pribadi pada 17 Oktober 1959 hingga akhirnya Soeharto harus dipecat, namun karir militer Soeharto diselamatkan oleh Jenderal A.H Nasution dan memindahkan beliau ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESOKAD) di Bandung untuk menjalani pendidikan. Setelah menyelesaikan kursusnya di SESOKAD Soeharto mendapatkan pangkat Brigadir Jenderal dan mengemban tugas sebagai Deputi I Kepala Staf Angkatan Darat di usia 39 Tahun.

Karir militer Soeharto malah semakin meroket di usia 41 tahun dia diangkat menjadi Mayor Jendral dan ditugaskan menjadi Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat serta merangkap sebagai Deputi Wilayah Indonesia Timur yang bertempat di Makassar. Dengan performa yang menakjubkan Jenderal A.H. Nasution menarik kembali Seoharto ke Jawa untuk diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada tahun 1962.

Kekisruhan yang diakibatkan oleh PKI dengan menculik beberapa jenderal angkatan darat memaksa Presiden Soekarno mengeluarkan Surat Keputusan Sebelas Maret (Supersemar) dimana dalam surat itu dinyatakan bahwa Presiden Soekarno memberikan kewenangan kepada Soeharto untuk melakukan tindakan demi terjaganya keamanan dan ketertiban. Tanpa pikir panjang langsung Soeharto mengambil keputusan untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan menyingkirkan orang-orang yang pro komunis, setelah berhasil menumpas kebrutalan PKI yang dikenal dengan G 30S/PKI Soeharto dilantik menjadi Mentri Panglima Angkatan Darat.

Presiden Indonesia ke 2

Berdasarkan sidang istimewa MPRS pada 7 maret 1967 Soeharto ditunjuk sebagai pejabat presiden, dan Soeharto resmi menjadi Presiden Indonesia ke 2 pada 27 Maret 1968 setelah laporan pertanggungjawaban Presiden Soekarno (NAWAKSARA) ditolak oleh MPRS. Dengan terpilihnya Soeharto sebagai Presiden Indonesia ke 2 sejak saat itu lah Orde Baru dimulai. Beberapa prestasi berhasil diraih oleh Presiden Soeharto hingga sampai dia dikenal sebagai Bapak Pembangunan dimana selama dia menjabat infrastruktur menjadi point penting.

Indonesia berhasil melakukan Swasembada Pangan pada tahun 1984 dimana terdapat kebijakan untuk medorong para petani melakukan produksi secara maksimal dan akhirnya jumlah impor pangan dari luar berkurang dan mendekati 0 persen. Kebijakan lainya yang mendorong pemerataan penduduk adalah Program Transmigrasi dimana para penduduk di Jawa dibekali kemampuan khusus untuk memajukan daerah yang tertinggal di luar Pulau Jawa. Berkat program tersebut Presiden Soeharto dianugerahi medali emas oleh PBB dan menjadi salah satu tokoh penting di Asia pada abad ke 20.

Beberapa infrastruktur juga berkembang pesat seperti pembangunan jalan, rel kereta, gedung, dan bendunga dibeberapa tempat di Indonesia yang dikenal dengan program PELITA (Pembangunan Lima Tahun). Meskipun begitu beberapa catatan negatif juga ditoreh Presiden Soeharto dimana pemerintahan yang dia bangun Anti Kritik dimana beberapa media masa dibungkam, dan melakukan tindakan represif pada etnis tiongkok, dan sudah rahasia umum bahwa pemerintahan Presiden Soeharto sangat kental dengan unsur Korupsi, dan Nepotisme.

Lengser dari Jabatan Presiden

Krisis Moneter yang menerpa negara Asia termasuk Indonesia menjadi salah satu penyebabnya, inflasi besar-besaran dan demo yang dilakukan mahasiswa menjadi aksi nyata bahwa Rakyat Indonesia butuh perubahan dengan Reformasi. Melihat kondisi yang sudah tidak kondusif dan mencegah tindakan anarkis yang memecah keamanan dan ketertiban bangsa akhirnya tepat pada 21 Mei 1998 Presiden Soeharto resmi mengundurkan diri dari jabatan Presiden dan digantikan oleh B.J. Habibie. Setelah turun dari jabatan presiden, Soeharto dituduh atas berbagai kasus korupsi dan rakyat menuntut diadakanya penyelidikan apakah Soeharto terbukti menggelapkan uangnya di luar negeri.

Wafatnya Sang Bapak Pembangunan

Pak Harto menghembuskan nafas terakhirnya pada 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta setelah beberapa hari dirawat akibat komplikasi penyakit, dan dimakamkan di Astana Giri Bangun, Karanganyar. Sebelumnya sang istri Ibu Tien terlebih dahulu wafat pada 29 April 1996 akibat serangan jantung dan dimakamkan ditempat yang sama dengan Pak Harto di Astana Giri Bangun, Karanganyar. Tak bisa dipungkiri kematian sang istri juga menjadi salah satu penyebab kemunduran Presiden Soeharto dalam memimpin Republik Indonesia.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *