Profil & Biodata Sandiaga Uno

profil & biodata sandiaga uno

Setelah Pemilu 2019 berakhir masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan nama Sandiaga Salahudin Uno. Kebanyakan dari kita hanya mengetahui beliau sebagai pengusaha yang mencoba peruntungan melalui dunia politik, akan tetapi ada kisah menarik tentang “Bang Sandi” yang sayang untuk dilewatkan.

Penasaran dengan perjalan hidup beliau mulai dari masa kecil, meniti karir menjadi pengusaha, dan menjadi cawapres 2019 yuk kita sima profil dan biodata Sandiaga Uno.

Biodata Sandiaga Uno

Nama LengkapSandiaga Salahudin Uno
Tempat / Tgl LahirPekanbaru / 28 Juni 1969
PasanganNur Asia
AnakAneesha Atheera Uno
Amyra Atheefa Uno
Sulaiman Salahudin Uno
Orang TuaRachmini Rachman (Ibu)
Razif Halik Uno (Ayah)
ProfesiPengusaha, Wakil Gubernur

Profil Sandiaga Uno

Kemunculan nama Sandiaga Uno di dunia politik sangat mengejutkan, dimulia dari Pilkada DKI 2017 dimana Sandiaga Uno sebagai cawagub dipasangkan dengan Anies Baswedan sebagai cagub. Sebelumnya Sandiaga Uno hanya dikenal sebagai pengusaha sukses Indonesia yang memiliki perusahaan diberbagai bidang dan sempat dinobatkan sebagai 40 orang terkaya se-Indonesia menurut majalah Forbes tahun 2011. Perlu kalian ketahui Sandiaga Uno bukan lah lahir dari keturuna pengusaha, perjuangan nya menjadi pengusaha sukses bisa dibilang dari bawah.

Kesuksesan yang diraih Sandiaga Uno tak terlepas dari dorongan orang tua nya dan bekal pendidikan yang memadai, tercatat Sandiaga menempuh studi nya di Amerika Serikat dan berhasil memperoleh predikat Summa Cum Laude. Perjalanan karir “Bang Sandi” dimulai dari menajadi manajer di sebuah perusahaan di Singapura, dan sempat menjadi Executive Vice Preident di NTI Resources yang bertempat di Kanada, namun sayang “Bang Sandi” harus kembali ke Indonesia dengan status pengangguran karena perusahaan tempat dia bekerja bangkrut akibat Krisis Moneter 1997.

Setibanya di Tanah Air melihat kondisi ekonomi Indonesia yang belum stabil akhirnya beliau memutuskan untuk membuka bisnis sendiri, karir bisnisnya dia mulai secara perlahan dan berkembang dengan pesat hingga akhirnya “Bang Sandi” terpilih sebagai Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) periode 2005-2008. Merasa cukup sukses dan berhasil meraih semua capaianya dibidang bisnis, akhirnya Sandiaga Uno memilih terjun ke dunia politik untuk merubah Indonesia dan langkah pertamanya adalah sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Berikut sekilas terkait profil Sandiaga Uno, yuk kita simak lebih dalam lagi perjalanan hidup, keluarga, perjalanan karir di dunia bisnis hingga terjun sebagai Cawapres di Profil dan Biodata Sandiaga Uno.

Perjalanan Hidup & Pendidikan

Sandiaga Uno memulai masa kecilnya di tempat kelahiranya di Rumbai, Pekanbaru namun Sandi kecil harus pindah karena Ayahnya yang bekerja di perushaan Caltex memutuskan untuk tidak bekerja di perusahaan tersebut. Tepatnya pada tahun 1970-an Sandiaga Uno dan kakak serta orang tuanya memutuskan untuk melanjutkan kehidupanya di Jakarta, semenjak tinggal di Jakarta Sandi mulai kenal dengan Erick Thohir yang juga seorang pengusaha. 

Sandi memulai pendidikanya di Sekolah Dasar PKSD Bulungan, kemudian melanjutkan sekolahnya di SMPN 12 Wijaya, dan menamatkan SMA di SMA Pangudi Luhur. Sandi tergolong murid yang rajin dan cerdas hal itu yang mendorong dia untuk melanjutkan studinya di luar negeri. Bang Sandi memutuskan untuk mengambil gelar sarjana di Wichita State University di Amerika Serikat dan berhasil mendapatkan predikat Summa Cum Laude di tahun 1990. Belum puas sampai disitu Sandiaga melanjutkan studinya mengambil bidang master di George Wahington University dan lulus dengan Indeks Predikat Kumulatif 4,00 sungguh luar biasa hebat bukan.

Keluarga

Sandiaga Uno menikahi Nur Asia pada 28 Juli 1996 sebelum mereka menikah Sandi dan Asia telah berpacaran selama 13 tahun. Nur Asia merupakan teman sekolah Sandi tentunya perjalanan cinta mereka tidak mudah dimana Sandi harus kuliah dan bekerja di luar negeri sehingga sepasang kekasih tersebut harus menjalani Long Distance Relationship (LDR). Hingga saat ini Sandiaga Uno dan Nur Asia telah dikarunia 2 orang putri dan 1 orang putra mereka adalah Aneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno, dan si bungsu Sulaiman Salahudin Uno.

Perjalanan Karir

Sebelum melanjutkan studi di George Washington University Sandiaga Uno sempat bekerja di Summa Bank pada 1990 dan disana lah dia mulai mengenal Willian Soeryadjaya yang merupakan pemilik Bank Summa. Memiliki backgorund pendidikan yang cemerlang memudahkan langkah karir Sandiaga Uno pada tahun 1993 Sandi ditunjuk sebagai Manajer Investasi di perusahaan Seapower Asia Investment Limited yang bertempat di Singapura. Setahun selanjutnya Sandiaga pindah ke MP Holding Limited Group, memiliki kinerja yang baik membuat banyak perusahaan tertarik dan pada tahun 1995 pindah ke Kanada untuk menjabat Executive Vice President NTI Resources saat itu ditaksir gaji Sandiaga Uno mencapai 8.000 USD per bulan. Namun sayang di tahun 1997 Sandiaga Uno terpaksa kembali ke Tanah Air setelah dia di PHK karena perusahaan tempat dia bekerja mengalami bangkrut akibat Krisis Moneter Global.

Setibanya di Indonesia Sandiaga Uno langsung mencari pekerjaan dengan berbekal gelar master dari Unversitas luar negeri dan pernah menjabat sebagai Executive Vice President ternyata malah membuat Sandiaga Uno sulit mendapatkan pekerjaan dan selalu mendapat tolakan dari berbagai perusahaan. Tak patah arang Sandi memutuskan untuk memulai bisnisnya sendiri yaitu sebagai konsultan keuangan. Perusahaan pertama yang didirikan oleh Sandi bersama rekanya Rosan Roeslaini adalah PT Recapital Advisors, tak lama Sandi berkenalan dengan Edwin Soeryadjaya anak dari William Soeryadjaya mereka ber 2 memutuskan untuk membangun perusahaan berbasisi investasi yaitu PT Saratoga Sedaya Utama yang bergerak dibidang Telekomunikasi, Pertambangan, dan Hasil Hutan.

Pengalaman Sandi sebagai Manajer Investasi dan Executive Vice President dia gunakanan sebagai senjata untuk menggerakan perusahaan ini dengan mengakuisisi perusahaan yang hampir bangkrut dan menjualnya kembali dengan harga tinggi tercatat ada 12 perusahaan yang ada dibawah naungan PT Saratoga Sedaya Utama hingga 2009. Di usia yang terbilang cukup muda dengan kesuksesan dibidang bisnis yang luar biasa menjadikan Sandiaga Uno sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2005 – 2008 dan juga menjabat Ketua Komite Tetap Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kamar Dagang Indonesia sejak 2004.

Beberapa perusahaan besar lainya pernah menunjuk Sandiaga Uno sebagai jajaran Direksi antara lain PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, PT iForte Solusi Infotek dan Interra Resources Limited. Sandiaga Uno resmi melepas jabatanya sebagai Direktur Utama PT Saratoga Investama Sedaya per tanggal 10 Juni 2015 dengan alasan untuk fokus terjun ke dunia politik karena menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Yang mengisi posisi Direktur Utama PT Saratoga menggantikan Sandiaga Uno adalah Michael Soeryadjaya yang merupakan putra dari Edwin Soeryadajaya.

Meskipun melepas posisinya sebagai Dirut PT Saratoga, Sandiaga Uno tercatat masuk dalam Panama Papers sebagai pemegang saham sekaligus Direktur Utama Goldwater Company Limited, Attica Finance Ltd, Pinfefields Holdings Limited, Velodrome Worldwide, Sun Global Energy Inc, Finewest Capital Ventures Ltd, Alberta Capital Partners Ltd, Mac-Pacific Capital Inc, Netpoint Investments Ltd, dan Fleur Enterprises Ltd. Hingga saat ini kekayaan Sandiaga Uno mencapai 300 Juta USD dan berada diperingkat 85 orang terkaya se Indonesia, sebelumnya Sandiaga tercatat berada di posisi 29 dengan total kekayaan sebesar 400 Juta USD vesi Majalah Forbes.

Terjun ke Dunia Politik

Semenjak melepas jabatannya sebagai Dirut PT Saratoga, Sandiaga mulai memfokuskan diri pada dunia politik sejak 2015, mengetahui akan segera dilaksanakanya Pilkada 2017 Sandiaga Uno banyak mempersiapkan diri untuk maju dan blusukan ke daerah sekitar Jakarta untuk mengetahui duduk perkara yang selama ini menjadi permasalahan utama DKI Jakarta. Pada mulanya Sandiaga Uno dijagokan menjadi kandidat Cagub dari koalisi Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sosial, namun dengan melewati banyak dinamika dan pertimbangan yang panjang akhirnya ditetapkan lah pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang nantinya akan berlaga menantang petahan incumbent  Basuki Tjahaya Purnama – Djarot Saiful Hidayat dari Partai PDI-P dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni dari Partai Demokrat.

Memiliki paras yang rupawan serta bergelimang harta bukan hal sulit bagi “Bang Sandi” untuk merebut simpati pemilihnya apalagi dengan slogan “Oke Oce” yang sangat berbekas di para hati pemilihnya. Pada mulanya hasil survey menunjukan bahwa pasangan Anies -Sandi akan kesulitan menghadapi petahana Ahok – Djarot namun hasil Pilkada 2017 putaran pertama menunjukan pasangan Anies – Sandi memperoleh 39,95 %, Ahok – Djarot 42,99% dan Agus – Sylviana 17,02% dengan begitu meloloskan pasangan Ahok – Djarot dan Anies Sandi untuk melaju ke putaran ke 2. Hasil putaran ke 2 Pilkada DKI Jakarta sangat mengagetkan dimana pasangan Anies – Sandi terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 2022 dengan memperoleh suara 58% pasangan ini unggul cukup jauh dengan selisih 15%.

Baru setahun menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno nampaknya masih belum puas dan ingin mengembangkan karir politiknya dengan maju Pemilu 2019. Setelah perundingan yang cukup lama akhirnya terpilihlah Sandiaga Uno untuk dipasangkan dengan Prabowo Subianto sebagai pasangan Capres dan Cawapres Pemilu 2019. Sandiaga Uno harus melepaskan jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra untuk bisa maju mengikuti Pemilu 2019, dipilihnya “Bang Sandi” untuk mendampingi Prabowo Subianto bukanlah tanpa pertimbangan. Sosok Sandiaga dinilai memenuhi kriteria yang diinginkan Prabowo dimana memiliki pengalaman sebagai Wakil Gubernur, mumpuni dibidang Ekonomi dan Keuangan, memiliki harta yang cukup banyak, dan tentunya masih muda sehingga diharapkan mampu menaikan popularitas Prabowo demi menghadapi pasangan Joko Widodo – K.H Ma’ruf Amin.

Setelah melewati proses kampanye yang cukup menguras tenaga, waktu, pikiran, dan uang pada 17 April 2019 dilaksanakanlah Pilpres 2019, namun sayang hasil Pilpres 2019 menunjukan bahwa pasangan Prabowo – Sandiaga hanya mampu memperoleh suara sebesar 45,55% sedangkan pasangan Joko Widodo – K.H Ma’ruf Amin berhasil memperoleh suara sebesar 54,55%. Meskipun kalah dalam pilpres Sandiaga Uno digadang-gadang akan mengisi posisi Mentri Keuangan dibawah kepemimpinan Joko Widodo – K.H Ma’ruf Amin.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *