Profil & Biodata Prabowo Subianto

Profil & Biodata Prabowo Subianto

Sosok yang akan bahas kali ini adalah Prabowo Subianto, dalam artikel Profil dan Biodata Prabowo Subianto kita akan mengulik lebih dalam terkait hal-hal apa saja yang mungkin belum kamu ketahui.

Sepak terjang Prabowo memang sudah tidak diragukan lagi pernah menjadi Komandan Jendral Kopasus, Ketua Umum Partai Gerindra, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia, hingga mencalonkan diri sebagai Presiden. Yuk simak ulasan berikut untuk Profil dan Biodata Prabowo Subianto.

Biodata Prabowo Subianto

NamaPrabowo Subianto
Tempat, Tgl LahirJakarta, 17 Oktober 1951
PasanganSiti Hediati Hariyadi
AnakRagowo Hediprasetyo
Orang tuaSoemitro Djoyohadikusumo (Ayah)
Dora Marie Sigar (Ibu)
ProfesiPerwira Militer, Pengusaha, Politikus

Profil Prabowo Subianto

Prabowo Subianto pernah menjadi salah satu putra bangsa terbaik yang pernah dimiliki Indonesia berkat sepak terjangnya di dunia militer selama 28 tahun. Puncak karir kemiliteranya ketika beliau ditugaskan untuk menjadi Panglima Kostrad di tahun 1998 hingga akhirnya Prabowo harus merasakan titik pahit dalam hidupnya yaitu dipecat dari Militer akibat dugaan pelanggaran HAM saat kerusuhan 1998.

Berhasil menjadi menantu Presiden Soeharto pada waktu tersebut ternyata tidak menjadi jaminan akan memiliki keluarga yang bahagia, pernikahan Prabowo dengan putri Soeharto yaitu mbak titik hanya bertahan 15 tahun, diwaktu yang sama ketika Prabowo diberhentikan dari militer.

Akhirnya Prabowo memutuskan untuk menjadi pengusaha dimana dia memiliki berbagai macam perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, pertanian, perkebunan, migas, dan perikanan. Sukses menjadi pengusaha Prabowo diangkat menjadi Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia pada tahun 2004.

Rasa cintanya terhadap tanah air tak pernah luntur meskipun sudah tidak dinas di militer lagi, Prabowo berubah haluan menjadi politikus. Di tahun 2004 Prabowo bergabung dengan partai Golkar untuk merebut posisi calon presiden namun sayangnya gagal, mulailah beliau berinisiatif untuk mendirikan partai sendiri yang dia namai Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra).

Tercatat sudah 3 kali Prabowo berlaga dalam Pilpres yang pertama pada 2009 sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati, pada tahun 2014 sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa, dan terakhir 2019 kemarin kembali mencalonkan diri sebagai presiden dengan wakilnya Sandiaga Uno.

Ulasan di atas merupakan profil singkat sang jenderal masih banyak hal-hal dan fakta yang tersembunyi yang perlu kamu ketahui, tetap scroll kebawah ya guys karena artikel di bawah akan membahas dengan rinci perjalanan hidup Prabowo Subianto. 

Kehidupan Awal

Prabowo Subianto lahir dari keluarga yang sangat terpandang sang Ayah Soemitro Djoyohadikusumo merupakan ahli ekonom dan beberapa kali pernah mengisi posisi dikementrian antara lain Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Riset, sedangkan ibunya merupakan putri dari pakar ekonom yang pernah menjabat Menteri Keungan di era Kabinet Natsir di tahun 1952.

Terlahir dalam 4 bersaudara Prabowo memiliki 2 orang kakak perempuan yaitu Biantiningsih Miderawati, dan Maryani Ekowati, serta seorang adik laki-laki bernama Hashim Djojohadikusumo. Prabowo juga seorang cucu dari pendiri Bank Negara Indonesia yaitu Margono Djojohadikusumo, dan keluarga Djojohadikusumo sendiri masih memiliki garis keturunan dengan Kesultanan Mataram.

Dimasa pemerintahan Presiden Soekarno sang Ayah sempat beberapa kali bersitegang dengan Presiden Soekarno hingga akhirnya memutuskan untuk menetap di luar negeri, masa kecil dan masa sekolah Prabowo banyak dihabiskan di luar negeri seperti Victoria Institution di Malaysia, Zurich International School di Zurich, Swiss, dan The American School London, Inggris. 

Prabowo dan keluarga kembali lagi ke Indonesia setelah Presiden Soekarno lengser dan digantikan oleh Soeharto, dan Prabowo melanjutkan pendidikanya di Akademi Militer di Jawa Tengah.

Keluarga

Bisa dikatakan bahwa Prabowo laki – laki yang cukup beruntung karena berhasil meminang putri Presiden Soeharto yaitu Siti Hediati Hariyadi pada Mei 1983. Ditunjang tampang yang rupawan, berasal dari keluarga  terpandang, dan memiliki karir militer yang sangat cemerlang dimana saat itu Prabowo menjabat Wakil Komandan pada Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) memang membuat Prabowo Subianto layak menjadi menantu Presiden Soeharto.

Pernikahannya dengan Siti Hediati Hariyadi dikaruniai seorang putra laki-laki bernama Ragowo Hediprasetyo atau akrab disebut Didit Prabowo yang lahir pada 22 Maret 1984 di Jakarta. Didit Prabowo menjadi keturunan satu-satunya karena selama 15 tahun pernikahan tidak memiliki anak lagi.

Setelah 15 tahun membangun rumah tangga bersama akhirnya Prabowo dan Mbak Titik memutuskan untuk berpisah pada tahun 1998. Didit Prabowo sekarang berprofesi menjadi perancang busana yang tersohor dan saat ini menetap di Paris.

Karir Militer

Perjalanan militer Prabowo Subianto dimulai selepas lulus dari Akademi Militer pada tahun 1974 dan langsung berpangkat Letnan Dua. Prabowo ditempatkan pada Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) dengan tugas pertamanya adalah Operasi Seroja di Timor Timur, Prabowo menjadi komandan pleton pada Grup I dan menjadi komandan pleton termuda saat itu.

Dalam operasi tersebut Prabowo dan pasukannya berhasil menangkap Nicolau dos Reis Lobato yang merupakan pemimpin Fretilin. Lobata ditemukan tewas akibat tembakan peluru yang mengenai perutnya saat bertempur di Lembah Mindelo pada 31 Desember 1978. Dengan begitu berakhir sudah perlawan terhadap invasi militer Indonesia dan secara resmi Indonesia menduduki Timor Timur. 

Sekembalinya dari Operasi Seroja di Timor Timur, Prabowo Subianto mendapatkan jabatan baru yaitu sebagai Wakil Komandan di Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) di Kopassandha. Karir militer Prabowo semakin meroket terlebih saat itu dia sudah resmi mejadi menantu orang no 1 se Indonesia, tahun 1985 kembali diangkat menjadi Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 (Yonif para Raider 328).

Prabowo sempat menyelesaikan pelatihan Special Forces Officer Course di Fort Benning dan sekembalinya dari pelatihan tersebut Prabowo diangka menjadi Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 (Yonif para Raider 328) jabatan ini dia pegang selama 3 tahun. Kecakapan Prabowo dalam memimpin membawanya menjadi Letnan Kolonel pada tahun 1991 dan membuatnya mendapat jabatan baru sebagai Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17. 

Pada tahun 1993 Prabowo Subianto dikembalikan ke Pasukan Khusus yang saat ini berganti menjadi Kopasus (Komando Pasukan Khusus) dan ditugaskan untuk menjadi Komandan Grup 3/Sandi Yudah yang merupakan komando kontra-insurjensi Kopasus dibawah kepemimpinan Brigadir Jenderal Agum Gumelar dan Brigadir Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo.

2 tahun berselang Prabowo diangkat menjadi Komandan Jenderak Kopasus dengan pangkat Mayor Jenderal dan tugas pertamanya sebagai Komjen adalah Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma. Operasi ini bertujuan untuk menyelamatkan 12 peneliti yang melakukan Ekspedisi Lorentz 96, para peneliti tersebut diculik oleh Organisasi Papua Merdeka. Hanya membutuhkan waktu 5 bulan Kopasus dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto berhasil menyelamatkan 10 nyawa peneliti.

Barhasil menyelesaikan Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma, Prabowo Subianto menapaki puncak karir militer tertinggi sepanjang hidupnya yaitu sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat di tahun 1998 yang juga pernah dijabat oleh ayahanda mertua Mayor Jenderal TNI Soeharto. 

Saat menjabat sebagai Pangkostrad Prabowo Subianto melakukan beberapa langkah untuk meredam Kerusuhan Mei 1998 yang salah satunya adalah mendatangkan pasukan cadangan yang berada dari luar Jakarta, namun sayang usulan tersebut tidak disetujui oleh Panglima TNI Wiranto. Kabar berhembus bahwa Prabowo menerbangkan pasukan yang telah dilatih oleh para Kopasus di Dili, Timor Leste diterbangkan menuju Jogja dan menumpang Kereta Api hingga ke Jakarta.

Diberhentikan dari Militer

Kerusuhan pada Mei 1998 tak hanya berimbas pada lengsernya Presiden Soeharto, akan tetapi membuat karir militer Prabowo berakhir. Hal itu dikarenakan setelah Presiden B.J Habibie resmi dilantik Prabowo meminta dirinya untuk dijadikan Panglima TNI menggantikan Jenderal Wiranto, namun Presiden B.J Habibie menolaknya dan mencabut jabatan Panglima Kostrad dari Prabowo.

Setelah tidak menjabat Panglima Kostrad Prabowo Subianto didakwa dengan 7 tuduhan pelanggaran yang diperiksa oleh Dewan Kehormatan Perwira ABRI yang terdiri dari 6 orang letnan jenderal. Hasil penyelidikan tersebut memutuskan bahwa Prabowo terbukti bersalah dan telah melanggar Undang – Undang Hukum Pidana Militer dan Undang – Undang Hukum Pidana dan memutuskan hukuman untuk Prabowo yaitu “Pemberhentian dari Dinas Keprajuritan”.

Perjalanan Menjadi Pengusaha

Setelah diberhentikan dari kemiliteran Prabowo memutuskan mengikuti jejak karir adiknya Hashim Djojohadikusumo yang berprofesi sebagai pengusaha. Langkah awal Prabowo terjun ke dalam dunia Bisnis adalah mengakuisisi pabrik kertas yaitu Perusahaan Kiani Kertas miik Bob Hasan yang dia beli senilai 1,8 Triliun. Setelah dibeli nama Kiani Kertas berubah menjadi Kertas Nusantara dan tergabung dalam Perusahaan Nusantara Group.

Tercatat Prabowo Subianto memiliki 27 Perusahaan di dalam Nusantara Group baik di luar maupun di dalam negeri. Perusahaan yang dimiliki Prabowo antara lain bergerak dibidang pertambangan, migas, kelapa sawit, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Berkat keberhasilanya dalam mengolah bisnis tercatat total aset yang dimiliki Prabowo Subianto sebesar 1,579 Triliun, 1 Mobil Mercedes Benz, dan 84 Kuda pada tahun 2009.

Terjun ke Dunia Politik

Karir Prabowo sebagai politikus dimulai pada tahun 2004 dimana beliau maju dalam Konvensi Capres Partai Golkar namun sayang Prabowo kalah dengan senior nya dimiliter yaitu Jenderal Wiranto. Pada 6 Februari 2008 Prabowo dibantu adiknya Hashim dan Fadli Zon mendirikan Partai Politik sendiri yang dinama Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra). 

Menunjuk Prabowo sebagai Ketua Umum, Partai Gerindra berhasil memperoleh 4,46% suara dan meloloskan 26 wakil DPR RI nya ke Senayan pada Pemilu 2009. Namun keberhasilan Partai Gerindra tidak diiringi dengan hasil Pilpres dimana sang Ketua Umum yang menjadi Cawapres diduetkan dengan Megawati harus mengakui kekalahanya dari pasangan SBY – Budiono.

Rasa cintanya terhadap Tanah Air menjadi motivasi utama Prabowo untuk menjadi Presiden RI, pada Pilpres 2014 Prabowo Subianto kembali berlaga dan berpasangan dengan Hatta Rajasa. Prabowo harus menghadapi capres dari Partai PDI-P yaitu Joko Widodo yang dulu pernah dia usung saat maju Pilkada DKI 2012, namun sayang kembali lagi Prabowo merasakan pil pahit setelah kalah jumlah suara dengan pasangan Jokowi – JK.

Masih belum puas dengan Pilpres 2014, di tahun 2019 ini Prabowo kembali mencalonkan diri menjadi capres dan menggandeng Wakil Gubernur DKI saat itu Sandiaga Uno. Masih menghadapi musuh yang sama yaitu Presiden petahana yang kali ini diduetkan dengan ulama K.H Ma’ruf Amin. Berdasarkan rekapitulasi perhitungan suara KPU memutuskan pasangan Jokowi – Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019 – 2024.

Reader Interactions

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *