Ini Dia 10 Bahaya menggunakan G-string yang tidak kamu ketahui!

Bahaya menggunakan g-string – G-string termasuk salah satu trend di dunia fashion celana dalam wanita yang membuat seorang wanita akan kelihatan seksi dan menarik bagi pasangannya.

Hal tersebut karena bentuknya yang hanya menutup organ intim dengan bagian segitiga didepan dihubungkan seutas tali.

Namun demikian, terkadang para wanita pemakai G-string tidak tahu bagaimana cara pemakaian maupun pemilihan yang tepat, sehingga secara tidak langsung ada banyak bahaya yang mengintai. Berikut

10 bahaya menggunakan G-string yang tidak kamu ketahui

Bahaya menggunakan G-string
foto zalora.co.id

Resiko terkena ISK (infeksi saluran kemih)

Kamu perlu tahu bahwa pada saat menggunakan G-string, bakteri tidak menguntungkan yang berkumpul di area usus besar akan turun ke area kandung kemih dan akibatnya resiko untuk menderita penyakit ISK akan makin tinggi.

Awalnya, kamu hanya akan merasakan panas dan perih saat buang air kecil dan pada akhirnya infeksi yang terjadi akan semakin serius pada saat kamu mengalami nyeri hebat di area perut.

Karena resiko penyakit ini bisa berulang setiap saat pada wanita, akan terasa lebih baik apabila pada saat menggunakan G-string, kamu melihat lebih dulu segi keamanan yang diberikan pada daerah kewanitaan, agar resiko penyakit seperti ini bisa dihindari.

Resiko luka atau infeksi di bagian anus

Umumnya G-string terbuat dari bahan nilon atau polyester yang tidak mudah menyerap keringat.

Hal tersebut membuat tampilan G-string terkesan kaku dan mudah menimbulkan gesekan pada permukaan kulit area pantat dan selangkangan.

Karena kegunaan dari pakaian dalam ini memang untuk menutup area kemaluan bagian depan, efek samping yang dimiliki adalah resiko luka dan infeksi di bagian anus.

Hal ini terjadi karena yang menutup bagian anus hanya berupa seutas tali yang kadang ukurannya terlalu kecil untuk ukuran pantat yang dimiliki.

Wasir

Seiring dengan luka gesekan yang menimpa daerah anus, resiko wasir atau hemorrhoid pada wanita pemakai G-string juga semakin tinggi.

Hal ini karena infeksi yang terjadi secara tidak langsung membuat daging di area anus mengalami pembengkakan atau iritasi anal.

Untuk masalah ini, umumnya gejala awal yang dirasakan adalah nyeri pada saat buang air besar atau munculnya benjolan yang menutup area anus.

Saat dikonsultasikan pada paramedis, umumnya jalan keluar yang ditawarkan selain penggunaan obat adalah operasi, tentunya hal ini akan menjadi beban mental tersendiri bagi seorang wanita.

Selain itu, umumnya ada dampak psikologis yang juga dialami seperti munculnya rasa minder atau tidak percaya diri.

Munculnya jamur penyebab keputihan

Meski G-string bisa digunakan wanita yang tinggal di area tropis dengan rentang usia beragam, pemakaiannya perlu bijaksana dan hati-hati. Jika hal tersebut tidak diperhatikan, resiko keputihan akibat infeksi jamur Candida akan semakin tinggi.

Hal ini karena pola kelembaban yang ada di daerah kewanitaan menjadi terganggu dan tidak stabil.

Resiko keputihan yang terjadi juga sangat bervariasi, mulai dari resiko keputihan ringan yang biasanya hanya ditandai dengan munculnya gumpalan putih bening hingga keputihan yang cukup serius dengan warna cairan hijau atau kuning pekat.

Jika seorang wanita sudah mengalami keputihan, umumnya resiko penyakit lain yang juga ikut mengancam adalah miom dan infeksi dinding rahim.

Sirkulasi darah yang tidak lancar

Ketika kamu ingin memikat pasangan sebelum berhubungan intim, G-string adalah pilihan pakaian dalam yang tepat untuk digunakan.

Selain membuat organ intim terlihat transparan, pemakaian G-string bisa menaikkan libido pasangan untuk melakukan foreplay sebelum berhubungan seksual.

Namun demikian, bukan berarti pemakaiannya dibenarkan untuk jangka waktu lama dan dengan intensitas waktu yang tinggi.

Intensitas pemakaian G-string yang terlalu tinggi secara tidak langsung akan membuat peredaran darah menjadi tidak lancar, terutama di area vagina maupun organ kewanitaan lainnya.

Efek negatif lain yang muncul dari resiko peredaran darah tidak lancar adalah ketidakstabilan hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron yang membuat kemungkinan hamil untuk wanita yang sudah menikah secara tidak langsung menurun.

Infeksi vagina bagi wanita yang sedang hamil

Meski G-string termasuk pakaian dalam yang sangat praktis dan menarik, seorang wanita hamil lebih baik menghindari pemakaian jenis pakaian dalam yang satu ini, terutama mengingat resiko infeksi vagina yang diberikan cukup tinggi.

Pada saat mengandung, seorang wanita lebih mudah mengalami gangguan, baik gangguan tekanan darah, hormon, hingga infeksi vagina.

Jika wanita yang bersangkutan mengalami infeksi vagina, maka secara tidak langsung penyerapan nutrisi untuk calon bayi dalam kandunga nterganggu.

Bukan hanya itu saja, ada kemungkinan janin yang sedang dikandung juga mengalami infeksi bakteri yang tidak sengaja masuk melalui vagina, sehingga resiko bayi terlahir cacat atau mengalami gangguan kesehatan lain cukup tinggi.

Mengacaukan pH vagina

Masih berkaitan dengan infeksi vagina, pada wanita hamil, pemakaian G-string yang terlalu sering, baik pada wanita hamil maupun yang sedang merencanakan kehamilan, akan berakibat pada kacaunya pH vagina.

Kekacauan tersebut umumnya akan berpengaruh juga pada imunitas tubuh dan psikis.

Pada saat pH di area vagina tidak stabil, secara tidak langsung kotoran maupun bakteri udara yang ada disekitar vagina mudah masuk dan sistem imun tubuh yang terdiri dari limfosit, immunoglobin, dan lainnya, tidak mampu menangani dengan baik infeksi yang terjadi.

Efek samping yang lebih serius dari pH vagina yang tidak stabil ini umumnya mengarah ke resiko keputihan, munculnya nanah di area kewanitaan, atau resiko kanker serviks.

Resiko iritasi kulit

Pemakaian celana G-string yang terlalu sering, akan membuat infeksi bakteri patogen yang dialami area kewanitaan makin tinggi. Gejala ringan yang ditunjukkan, umumnya berupa rasa gatal dan munculnya ruam di area kulit.

Iritasi ini terjadi saat wanita pemakainya memiliki aktivitas fisik yang cukup tinggi, seperti jalan naik turun tangga atau berjalan dari area satu ke area lainnya.

Saat pergesekan yang terjadi antara tali G-string dengan permukaan kulit makin tinggi, resiko pengelupasan atau iritasi  kulit akibat gesekan yang bisa menimbulkan luka koreng atau berdarah juga lebih tinggi.

Itulah sebabnya, akan lebih baik apabila kamu hanyamenggunakan G-string disaat tertentu saja.

Infeksi bakteri patogen

Ketika tali G-string yang kamu gunakan bergesekan dengan area dubur, efek negatif atau bahaya lain yang bisa dirasakan adalah munculnya infeksi bakteri patogen.

Bakteri patogen atau bakteri penyebab penyakit ini bisa memberikan efek beragam penyakit yang membahayakan bagi kesehatan fisik maupun mental, dimana salah satunya adalah menimbulkan bau yang tidak sedap pada area vagina.

Bau yang menyengat tersebut secara tidak langsung akan membebani pikiran dari wanita pemakai G-string yang bisa juga memunculkan reaksi trauma tertentu.

Beban psikis

Dari beragam efek negatif atau bahaya yang ditimbulkan oleh G-string, beban psikis adalah resiko yang kadang penyembuhannya sulit dilakukan.

Hal tersebut karena rasa trauma yang ditimbulkan membuat wanita yang bersangkutan mungkin tidak akan memiliki rasa percaya diri yang sama seperti sebelumnya.

Misalnya saja, saat dirinya dianggap sudah tidak menarik oleh pasangan karena kesalahan dalam pemakaian G-string atau wanita pemakai G-string menderita penyakit yang membuatnya harus tergantung pada obat tertentu seumur hidup.

Namun demikian, setelah kamu paham 10 bahaya menggunakan G-string yang tidak kamu ketahui diatas, bukan berarti tidak ada jalan keluar yang bisa diterapkan untuk mengatasinya.

Cara Mencegah Bahaya G-string

Ada beragam cara pencegahan maupun pengobatan yang bisa diterapkan untuk menghindari bahaya G-string, seperti:

Mengatur intensitas pemakaian G-string

Kamu perlu tahu bahwa celana dalam model G-string termasuk celana dalam yang tidak boleh digunakan terlalu sering.

Oleh karena itu, pastikan kamu hanya memakainya diwaktu tertentu, misalnya saja sekali atau dua kali seminggu.

Dengan demikian, kamu akan terhindar dari resiko negatif pemakaian G-string jangka panjang.

Memilih bahan G-string yang berkualitas

Jika kamu ingin terhindari dari bahaya pemakaian G-string, pilihlah bahan yang berkualitas. Untuk itu, ada beberapa aspek yang bisa diperhatikan terlebih dahulu, seperti:

  1. Memilih produk yang terbuat dari kain sutra atau satin yang memiliki serabut halus dan lembut. Hal tersebut karena kedua bahan tersebut memiliki resiko gesekan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis bahan lainnya.
  2. Memilih produk yang memiliki ukuran sedikit lebih besar atau longgar dari ukuran tubuhmu yang sebenarnya. Dengan demikian, vagina masih memiliki area untuk pertukaran udara dan meminimalisir resiko vagina terinfeksi bakteri penyebab penyakit kelamin.
  3. Memilih bahan G-string yang memiliki tali terbuat dari bahan karet longgar sehingga pada saat dipakai tidak menimbulkan iritasi kulit.

Memperhatikan cara penggunaan

G-string tidak akan memberi bahaya padamu terlalu banyak apabila kamu tahu bagaimana cara penggunaannya dengan benar.

  1. Ketika memakai G-string selama kurang lebih 2-3 jam, gunakan pantyliner agar kelembaban area kewanitaan tetap terjaga dengan baik.
  2. Ketika ingin menggunakan G-string yang memiliki tali, jangan ikat talinya terlalu kencang, karena hal tersebut dikhawatirkan akan melukai permukaan kulit.
  3. Jangan menggunakan G-string pada saat sedang haid, karena selain tidak nyaman hanya akan membuat sirkulasi darah semakin terganggu.
  4. Langsung lepas G-string apabila selama pemakaian, kulit terasa panas dan gatal, karena hal tersebut bisa menjadi pertanda awal jika kamu tidak cocok dengan bahan celana G-string.
  5. Pastikan G-string yang dipakai dalam keadaan kering dan bersih untuk menghindari resiko infeksi.

Memperhatikan cara perawatannya

Jika ingin produk celana G-string yang kamu miliki awet, perhatikan cara perawatan produk, terutama pada saat pencucian dan pengeringan.

  1. Setelah memakai celana G-string rendam dalam air detergent yang diberi cairan antibakteri atau garam selama 15 menit. Dalam proses pencucian, akan lebih baik jika kamu tidak menggunakan mesin dan hanya menggunakan tangan untuk mengurangi resiko celana melar atau masalah lainnya.
  2. Pada saat proses pengeringan, cukup angin-anginkan saja produk G-string yang kamu miliki dan langsung lipat untuk disimpan di tempat yang aman.
  3. Jika kamu ingin menyeterika celana ini, alasi dulu bagian atasnya dengan kain yang lebih tebal agar serabut kain G-string tidak mudah rusak.

Memperhatikan cara penyimpanan

Ketika kamu ingin G-string yang dibeli melalui outlet pusat perbelanjaan atau toko online awet digunakan dan tidak memberikan bahaya pemakaian, perhatikan cara penyimpanan produk, seperti:

  1. Memastikan area penyimpanan yang digunakan bebas debu dan kotoran. Terkait hal ini, kamu bisa mencoba menggunakan alas koran atau kertas bersih didalam lemari sebagai alas penyimpanan pakaian dalam berbentuk G-string.
  2. Kamu bisa menggunakan kotak penyimpanan khusus yang terbuat dari bahan kedap air atau mika untuk menyimpan G-string. Tambahkan serbuk kapur barus, silika gel atau bubuk kopi dalam plastik berongga yang bermanfaat untuk menyerap dan menjaga kelembaban. Cara ini juga dinilai cukup efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang mengancam kebersihan maupun kesehatan vagina.
  3. Jika kamu tidak memiliki kotak penyimpanan khusus, buat sekat di lemari pakaian yang hanya digunakan untuk menyimpan G-string atau langsung menggantungnya menggunakan gantungan baju agar secara tidak langsung tidak ada ancaman hama pengerat, kotoran, atau debu yang dikhawatirkan merusak kualitas celana G-string.

Memberikan perawatan yang optimal untuk daerah kemaluan

Saat ingin tampil percaya diri menggunakan G-string, jangan lupa untuk memberikan perawata n optimal pada daerah kewanitaan yang dimiliki. Kamu bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  1. Melakukan penguapan pada bagian intim secara berkala

Jika kamu ingin daerah vagina maupun organ kewanitaan lainnya bersih dan wangi serta terbebas dari infeksi bakteri, jangan lupa untuk membiasakan dirimelakukan penguapan di sore hari sekitar 15 menit.

Ramuan yang bisa digunakan untuk penguapan vagina, contohnya rempah cengkeh dan kayu manis atau hanya berupa larutan garam dan baking soda.

Penguapan yang dilakukan setidaknya dua kali seminggu ini juga mampu membantumu menguatkan otot vagina dan membuatnya lebih kesat, sehingga hubungan intim yang dilakukan akan semakin menggairahkan.

2. Tidak mengkonsumsi obat-obatan yang menyebabkan produksi lendir berlebih

Ketika kamu ingin menggunakan celana model G-string, pastikan segi kenyamanan pemakaian dengan tidak mengkonsumsi obat-obatan yang beresiko menyebabkan produksi lendir berlebih (mirip seperti keputihan).

Saat sakit, kamu bisa mengkonsumsi vitamin atau mengistirahatkan tubuh dalam waktu yang cukup (sekitar 6-8 jam sehari).

Dengan demikian, stamina tubuh tidak akan mudah drop dan resiko infeksi akibat bakteri atau jamur selama pemakaian G-string bisa dihindari.

3. Membasuh bagian intim dengan sabun khusus saat mandi

Ketika kamu inginmenjagapenggunaanG-string optimal dan tidak membahayakan bagi kesehatan, usahakan untuk selalu membasuh bagian intim dengan sabun khusus saat mandi.

Penggunaan sabun khusus ini bisa membantumu memakai G-string dengan jangka waktu yang lebih lama dan mencegah infeksi bakteri atau jamur yang memicu penyakit kista atau kanker serviks.

4. Menggunakan pantyliner untuk saat tertentu

Agar daerah kemaluan senantiasa terjaga kebersihan dan kelembabannya, ada baiknya kamu menggunakan pantyliner setelah menggunakan G-string.

Pantyliner berfungsi menjaga kelembaban dan mengurangi efek nyeri yang terjadi karena gesekan tali G-string dengan kulit.

Dengan demikian, resiko iritasi kulit bisa dihindari dengan baik.

5. Menggunakan tisu kering untuk membersihkan daerah kewanitaan setelah buang air kecil

Setelah buang air kecil, usahakan untuk langsung mengelap bagian kewanitaan dengan tisu kering yang memiliki serabut halus.

Cara ini bisa membantumu terhindar dari infeksi bakteri akibat pemakaian G-string terlalu lama atau masalah kewanitaan lainnya.

Semoga dengan bahasan tentang10 bahaya menggunakan G-string yang tidak kamu ketahui diatas, kamu bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan G-string demi memuaskan hasrat seksual pasangan dan metode yang cocok untuk menghindari bahaya pemakaian G-string terlalu lama.

Tinggalkan komentar